 |
| Doa rihul ahmar untuk penyakit stroke. |
Rihul ahmar dianggap oleh kaum salafi wahabi sebagai doa yang tidak ada sumbernya. Padahal menurut para ahli hikmah dan ruqyah aswaja, hal itu adalah warisan para wali untuk diteruskan kepada umat Muhammad sebagai obat stroke dan penyakit menahun lainnya. Secara ruhaniyah.
Tentangdoa.com - Sebelum lanjut ke doa rihul ahmar, ada sebuah hadits Nabi yang menjelaskan secara umum tentang doa agar terhindar dari penyakit menahun seperti stroke dan lainnya. Diambil dari tulisan Kiai Ma’ruf Khozin, Surabaya.
Dalam sebuah hadis disebutkan tentang penyakit Falij.
من اقتراب الساعة اذا كثر الفالج وموت الفجأة
Artinya:
“Di antara tanda dekatnya kiamat adalah apabila banyak penyakit stroke dan mati mendadak” (HR. Ibnu Abd Razzaq).
Beberapa syarah hadist menyebutkan tentang makna Falij dalam hadits tersebut:
اﺳﺘﺮﺧﺎء ﻷﺣﺪ ﺷﻘﻲ اﻟﺒﺪﻥ ﻻﻧﺼﺒﺎﺏ ﺧﻠﻂ ﺑﻠﻐﻤﻲ ﺗﻨﺴﺪ ﻣﻨﻪ ﻣﺴﺎﻟﻚ اﻟﺮﻭﺡ
Artinya:
“Yaitu kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh karena mengalirnya campuran lemak yang dapat menutup saluran ruh”. (Tuhfatul Ahwadzi).
Boleh jadi temuan definisi ini berbeda dengan ilmu medis modern saat ini. Namun intinya terjadi kelumpuhan pada separuh tubuh.
Doa agar terhindar dari penyakit Falij tersebut adalah:
ﻋﻦ ﺃﺑﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻔﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ” ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺻﺒﺎﺡ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ، ﻭﻣﺴﺎء ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ: ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻀﺮ ﻣﻊ اﺳﻤﻪ ﺷﻲء ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء، ﻭﻫﻮ اﻟﺴﻤﻴﻊ اﻟﻌﻠﻴﻢ، ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻓﻴﻀﺮﻩ ﺷﻲء ” ﻗﺎﻝ: ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ ﻃﺮﻑ ﻣﻦ اﻟﻔﺎﻟﺞ، ﻓﺠﻌﻞ اﻟﺮﺟﻞ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺃﺑﺎﻥ: «ﻣﺎ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻲ؟ ﺃﻣﺎ ﺇﻥ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﻤﺎ ﻗﺪ ﺣﺪﺛﺘﻚ، ﻭﻟﻜﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﻗﻠﻪ ﻳﻮﻣﺌﺬ، ﻟﻴﻤﻀﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲ ﻗﺪﺭﻩ»
Aban bin Utsman berkata bahwa Utsman bin Affan mendengar Nabi bersabda:
“Tidak ada seorang hamba yang membaca tiap pagi dan sore hari sebanyak 3 kali “Bismillah alladzi laa yadlurru ma’a ismihi syaiun fil ardli wa laa fis samaa’ wa huwa as-samii’u al-aliim” maka tidak ada yang membahayakan padanya”. Aban ini sakit stroke, lalu orang lain melihatnya dan Aban berkata: “Apa yang kamu lihat? Hadis ini adalah seperti yang aku sampaikan padamu. Namun aku tidak membacanya agar takdir Allah terjadi padaku” (HR Tirmidz)
Dalam riwayat Abu Dawud berbunyi:
من قالها ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء، ﺣﺘﻰ ﻳﺼﺒﺢ، ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺣﻴﻦ ﻳﺼﺒﺢ ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء ﺣﺘﻰ ﻳﻤﺴﻲ
Artinya:
“Barang siapa membacanya tiga kali, maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga pagi. Dan barang siapa membacanya ketika pagi 3 kali maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga sore”.
Doa Terhindar dari Penyakit Stroke (Rihul Ahmar)
Selain Falij, stroke juga bisa diterjemahkan sebagai Rihul ahmar, nama lain dalam Bahasa Arab. Penyakit ini biasa menyerang usia lanjut dan sering dikaitkan lebih luas dengan penyakit kencing manis, darah tinggi, darah pekat (polisitemia)dan sakit jantung.
Penyakit ini dikaitkan pula dengan saluran darah dalam otak pecah atau tersumbat oleh darah beku, atau kolesterol yang menyekat darah menuju kepada sel-sel otak.
Dalam riwayat para ahli hikmah disebutkan tentang awal mula rihul ahmar itu. Suatu ketika, cucunda Nabi Muhammad Saw sedang menghidap penyakit rongga sehingga menyebabkan darah keluar dari mulu mulianya.
Para sahabat dan Rasullulah Saw. sendiri telah mendengar berita tentang penyakit yang sedang diderita oleh Sayyidina Hassan a.s tersebut. Tiba-tiba malaikat Jibrail a.s datang menemui baginda Rasullulah Saw. memberitahu cucu baginda yang sedang terserang penyakit Rihul Ahmar (angin ahmar) itu.
Baginda Nabi Muhammad bertanya :
"Wahai Jibril, adakah obat untuknya?”
"Ada!" Jawab Jibril .
Malaikat Jibril pun menghilangkan diri sebentar. Kemudian ia muncul dan berkata :
"Bahawasanya Allah Swt. telah memberikan anugerah kepada tuan satu hadiah mustajab. Barangsiapa membacanya, biarpun sekali seumur hidupnya, nescaya dia terselamat daripada Rihul Ahmar."
Baginda Rasullulah saw. telah membacakan doa ini untuk Sayyidina Hassan a.s . Berkat rahmat dan dengan kehendak Allah Swt., Sayyidina Hassan r.a pun sembuh ketika itu juga dan bangun dalam keadaan sehat . Ini doa intinya:
اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر
Bacanya:
Allahumma inni a’uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar
Artinya:
Ya Allah ya Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.
Rasullulah Saw. bersabda kepada para sahabat agar mempelajari doa ini dan mengajarkan kepada umatnya agar dapat memberi manfaat kepada mereka, memelihara diri daripada terkena penyakit Rihul Ahmar ini.
Doa rihul ahmar yang lebih lengkap, silakan simpan beserta terjemahannya. Cukup panjang. Cara terapinya akan dijelaskan di bawah.
 |
| Doa rihul ahmar (1) |
 |
| Lanjutan doa rihul ahmar (2) |
 |
| Lanjutan doa rihul ahmar (3) |
 |
| Lanjutan doa rihul ahmar (4) |
 |
| Lanjutan doa rihul ahmar (5) terakhir. |
Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang; dan dengan-Nya kami memohon pertolongan; dan dengan Allah; dan dari Allah; dan kepada Allah; dan segala pujian bagi Allah; dan tiada Tuhan melainkan Allah; dan Allah Maha Besar, yang Maha Mulia dan Maha Agung; yang aku takut dan khawatir terhadap-Nya. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya; segala pujian bagi Allah, sebanyak-banyak pujian.
Dan Maha Suci Allah pagi-pagi dan petang-petang. Dengan nama Allah yang menyembuhkan, dengan nama Allah yang mencukupkan; dan dengan nama Allah yang menyehatkan; dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak memberi mudharat sesuatu apapun di bumi dan di atas langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan Kami turunkan beberapa dari Al-Quran yang menjadi penawar dan rahmat untuk orang-orang yang beriman.
Ya Allah, aku yang menjampi dan Engkau yang menyembuhkan. Aku berlindung dengan-Mu dari kejahatan yang telah Engkau takdirkan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku berlindung dengan Allah, Tuhanku dan Penciptaku, Pembentukku dan Pencipta Rupabentukku dan Pemberi Rezeki manusia. Aku berlindung dengan Allah dari sekalian kebinasaan, dan segala maksiat, bencana, penyakit dan segala kesakitan, kemalasan, kemunduran dan kebinasaan.
Ya Allah, lindungilah penanggung (pengguna) suratku ini dengan nama-Mu yang Maha Mulia dan Maha Agung; dan sifat-sifat-Mu yang sempurna, wahai Yang Memiliki Kebesaran dan Kekayaan. Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan dan alam malakut; wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kegagahan.
Maha Suci Engkau, alangkah besarnya Engkau wahai pencipta langit dan bumi. Wahai Tuhan tempat berlindung mereka yang menyesal (akan dosa-dosa mereka); wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang-orang miskin; wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kekuasaan, wahai Tuhan yang memiliki belas kasihan dan memberi kesejahteraan dan Ihsan; wahai Tuhan yang banyak kasih sayang, wahai Tuhan yang banyak memberi; wahai Tuhan yang Maha Gagah dan tidak seorang pun yang mampu mengalahkan-Nya; wahai Yang Melindungi dan Dia tidak membutuhkan perlindungan, aku berlindung dengan-Mu dari azab ke atas badan dan kesempitan; dan aku berlindung dengan-Mu dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit yang besar yang menimpa pada diri dan jiwa, darah dan daging, tulang dan kulit, urat dan syaraf.
Maha Suci Engkau; yang saat Engkau menghendaki sesuatu maka Engkau hanya mengatakan "Jadilah! Maka jadilah ia ". Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Wahai Tuhan yang membuat; wahai Tuhan yang membuat kebajikan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai Tuhan yang Maha Adil, wahai Tuhan yang Berdiri dengan Keadilan, wahai Tuhan yang mendengar tangisan orang-orang yang meminta pertolongan. Wahai Tuhan yang memulai (dari tidak ada menjadi ada), wahai Tuhan yang mengembalikan, wahai Tuhan yang menolak, wahai Tuhan yang Mencukupkan. Wahai Tuhan yang menyembuhkan, wahai Tuhan yang meng'afiatkan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan terhadap orang yang meminta pertolongan.
Wahai Tuhan yang menerima syukur, wahai Tuhan yang banyak memberi balasan atas syukur. Wahai Tuhan yang Maha Kasih Sayang, wahai Tuhan yang Maha Welas Asih, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Mahakuasa, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai yang Mahakuasa, wahai Tuhan yang Maha Agung, wahai Tuhan yang mendahulukan, wahai Tuhan yang mengkemudiankan. Wahai Tuhan yang hidup, wahai Tuhan yang berdiri dengan sendiri-Nya, yang membalas mereka yang jujur dengan balasan ke atas setiap diri dengan apa yang mereka usahakan. Wahai Tuhan yang memerintahku, wahai Tuhanku yang memiliki aku, wahai Tuhan yang memberi perlindungan.
Wahai yang Maha Mengetahui sesuatu yang kami sembunyikan dan kami ungkapkan; wahai Hakim yang menjatuhkan hukuman, wahai Tuhan yang memerintah sekalian orang-orang yang beriman; wahai Tuhan pembantu orang-orang yang dhaif dan miskin; wahai Tuhan yang Mencukupi kebutuhan orang-orang yang bertawakkal.
Wahai Tuhan yang mendatangkan malam ke atas siang dan siang pada malam; wahai Tuhan yang Gagah (mengalahkan) setiap setan yang sangat durhaka, wahai Tuhan yang mengalahkan setiap orang yang sombong lagi degil; wahai Tuhan sebaik-baik Pemerintah; wahai Tuhan yang sebaik- baik memberi pertolongan, wahai Tuhan yang memberi rezeki anak yang kecil, wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang tuan (yang sangat tua), wahai Tuhan yang memerintah orang-orang yang beriman; wahai Tuhan bagi orang-orang yang dahulu dan orang- orang yang kemudian; wahai Tuhan yang pengasih kepada orang-orang yang bertaubat, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari kalangan yang mengasihi. Wahai Tuhan sebaik-baik pengampun dari yang mengampuni; wahai Tuhan sebaik-baik pewaris; wahai Tuhan sebaik-baik Pemberi Keputusan; wahai Tuhan yang memerintah pada Hari Pembalasan.
Ya Allah, hanya Engkaulah yang aku sembah dan hanya kepada Engkaulah aku memohon pertolongan. Dan kepada-Mu aku bertawakkal. Dan kepada-Mu aku suka dengan apa yang ada di sisi-Mu. Kepada-Mu aku berharap dan hanya Engkau yang aku takuti. Ya Allah, peliharalah aku dari segala kesulitan hidup dan penyakit-penyakit dan segala kesakitaan dan kesusahan dan darah hitam.
Ya Allah, peliharalah aku dari penyakit yang berbahaya dan dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit darah kuning, dan segala kebinasaan dan segala maksiat dan pingsan, dan kerungsingan dan kesedihan dan dukacita dan dari di penjara. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan binatang buas, dan binatang yang melata, dan permusuhan (benci) orang umum, dan dari kekalahan dan kejahatan setan; dan raja, kekeringan, kemahalan barang kebutuhan, dan gempabumi, dan bala bencana, dan keruntuhan bangunan , dan serangan musuh. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipudaya orang-orang yang ekstrim, dan dari sesuatu yang silih berganti atasnya oleh malam dan siang kecuali yang datang itu adalah dengan baik, wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan setiap kejadian yang Engkaulah pemegang ubun-ubunnya; sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang tegak dan lurus. Engkau adalah Tuhanku dan pada Engkau jua aku bertawakkal, dan Engkaulah yang Mencukupkan aku, dan sebaik-baik yang Mewakili, sebaik-baik Pemerintah dan sebaik-baik yang Memberi Pertolongan. Dan tidak berdaya bagiku melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Dan cukuplah kami oleh Allah, dan sebaik-baik yang mewakili sebagai Pemerintah dan Engkau sebaik-baik pemberi pertolongan. Allah yang mencukupkan, Allah yang menyembuhkan, Allah yang memberi a'fiat. Dan ucap selawat oleh Allah ke atas penghulu kami Nabi Muhammad dan atas keluarga dan sahabat-sahabatnya; selamat sejahtera; dan segala pujian bagi Allah Tuhan pemerintah Seluruh Alam.
Doa Rihul Ahmar dan Nabi Sulaiman
Sejarah Rihul Ahmar ini sebenarnya lebih awal daripada yang diceritakan pada masa Nabi itu. Peristiwa kemunculan Rihul Ahmar hakikatnya adalah sejenis jin yang pernah bertemu pada zaman pemerintahan Nabi Sulaiman a.s lagi.
Ketika semua makhluk termasuk binatang dan segala jenis jin tunduk kepada Nabi Sulaiman a.s, muncul jin yang besarnya seperti pohon bernama Rihul Ahmar yang terlihat sombong kepada Nabi Sulaiman a.s.
"Siapakah kamu?" Nabi Sulaiman bertanya.
"Saya adalah Rihul Ahmar," jawabnya.
Tanpa mau tunduk dan hormat , ia pun terus menghilangkan dirinya karena enggan tunduk kepada Nabi Sulaiman a.s. Ia muncul kembali pada zaman Rasullulah Saw, menyerang Sayyidina Hassan seperti yang telah diceritakan tadi. Wallahu a'lam.
Keterangan di atas dikutip Tentangdoa.com dari Al-Fadhil Ustazd Sharhan Shafie, dalam karyannya berjudul “
Perobatan Islam Menangkis Kejahatan Makhluk Halus” (hlm. 171-179). (
link)
Terapi dengan Doa Rihul Ahmar (Stroke)
Sekarang ke tahapan terapi penyakit dengan doa rihul ahmar. Sebelum membaca ayat Al-Quran dan doa khusus (khas) yang telah diwarisi oleh ulama' terdahulu khusus untuk mengobati penyakit stroke ini (rihul ahmar), siapkan bahan-bahan yang ada di bawah ini, yakni:
- Air Zam-Zam.
- Air Kolah.
- Air Hujan Malam Jum'at
- Air Mata Air yang mempunyai mutu perobatan yang tinggi dan murni seperti "air goa".
- Air Susu Kambing.
Setelah disediakan bahan yang diperlukan, maka hendaklah dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, rinciannya sebagai berikut:
- Surah Al-Fatihah.
- Surah Al-Baqarah ayat 255 (Ayatul Kursi).
- Bacalah Doa Rihul Ahmar (yang panjang tadi).
- Surah Al-Talaq ayat 1-2.
- Surah Hud ayat 119.
Setelah selesai, tiuplah kepada air-air tersebut. Niatkanlah supaya menjadi penawar kepada si pesakit yang menghadapi penyakit angin ahmar. Mohonlah kepada Allah agar air dan bahan-bahan yang sudah tersedia tadi menjadi obat kepada penderita penyakit stroke atas rahmat Allah Swt.
Minumkanlah airnya minum kepada pasien rihul ahmar. Tapi sebelum minum, mintalah ia membaca al-Fatihah, ayatul kursi dan sholawat Nabi. Selepas itu bertawakkallah kepada Allah. Moga-moga Allah memperkenankan hajat dan menilai mujahadah serta kegigihan kita menghadapi ujian-Nya. (tentangdoa.com)